LCD Text Generator at TextSpace.net [flash=http://i339.photobucket.com/albums/n463/textspace/lcd/lcd_5.swf?w=1000&h=56&c=2&spd=2&b=1&t=bismillahirohmanirrohim]quality=high wmode=transparent width=1000 height=56[/flash]

Rabu, 30 Mei 2012

contoh satlan


SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING


  1. Judul layanan                          : Etika dan Nilai Dalam Mengembangkan Karir
  2. Jenis layanan                           : Bimbingan kelompok
  3. Bidang bimbingan                   : Bimbingan karir
  4. Fungsi layanan                        : Pemahaman
  5. Kompetensi dasar                   : Memahami etika dan nilai dalam mengembangkan
  karir
  1. Tujuan layanan                        :
·         Agar siswa mampu menjelaskan  etika dan nilai
·         Agar siswa mampu memahami nilai-nilai dan etika dalam mengembangkan karir
·         Agar siswa mampu menerapkan nilai-nilai dan etika dalam mengembangkan karir
  1. Hasil yang ingin dicapai          :
·         Siswa mampu menjelaskan etika dan nilai
·         Siswa mampu memahami nilai-nilai dan etika dalam mengembangkan karir
·         Siswa mampu menerapkan nilai-nilai dan etika dalam mengembangkan karir
  1. Sasaran kegiatan                     : siswa SMP kelas VII
  2. Deskripsi meteri layanan                     :
·         Pengertian nilai dan etika
·         Macam-macam nilai dalam pengembangan karir
·         Contoh etika dalam bekerja
  1. Metode                                    : ceramah, tanyajawab, diskusi.
  2. Uraian kegiatan                       :
a.       Pendahuluan
·         Salam pembuka dan good rapport
·         Absen kehadiran siswa dan pengecekan siswa maupu keadaan fisik kelas
·         Apersepsi: apakah siswa sudah memahami tentang etika dan nilai dalam mengembangkan karir
b.      Inti
·         Guru memaparkan tentang pengertian nilai dan etika
·         Guru menjelaskan tentang macam-macam nilai pengembangan karir dan contoh etika dalam bekerja
·         Tanya jawab dan diskusi kelompok
c.       Penutup
·         Menyimpulkan materi yang telah disampaikan
·         Memberikan saran-saran dan mengutarakan harapan-harapan untuk siswa agar lebih baik lagi ke depannya
·         Menutup pertemuan/ salam penutup
  1. Tempat penyelenggaraan        : Ruang kelas
  2. Waktu                                     : 1 X 45 menit
  3. Semester                                  : II
  4. Penyelenggara layanan            : guru pembimbing
  5. Pihak yang terlibat                  : guru pembimbing
  6. Media                                      : laptop, LCD, modul( materi layanan), whiteboard,
  spidol
  1.  Rencana penilaian                  :
    • Penilaian segera (diskusi dan tanya jawab)     :
Mengamati keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan layanan
    • Penilaian jangka pendek                     :
Pemahaman siswa terhadap materi layanan
S.      Keterkaitan dengan layanan lain:
·         Sebagai titik tolak pelaksanaan layanan BK, selanjutnya sesuai dengan jenis layanan yang ada
·         Sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam layanan konseling individual
T.      Catatan khusus:
·         Siswa memiliki persepsi positif terhadap pentingnya etika dan nilai dalam mengembangkan karir




Materi layanan
Nilai dan Etika dalam Mengembangkan Karir

Pengertian nilai
Dalam kehidupan sehari-hari manusia dalam berinteraksi termasuk dalam bekerja dipandu oleh nilai-nilai dan dibatasi oleh norma-norma dalam kehidupan social. Nilai adalah harga dimana sesuatu itu mempunyai nilai karena ia mempunyai harga, atau sesuatu itu mempunyai harga karena ia mempunyai nilai. Karenanya, nilai sesuatu yang sama belum tentu memiliki harga yang sama pula, hal ini tergantung pada penilaian yang berbeda oleh masing-masing orang meski ia menilai sesuatu yang sama.
Sedangkan nilai sosial adalah suatu perbuatan atau tindakan yang oleh masyarakat dianggap baik. Nilai social dalam setiap masyarakat tidak selalu sama, karena nilai dimasyarakat tertentu dianggap baik tapi dapat dianggap tidak baik dimasyarakat lain. Contoh, masyarakat yang tinggal di perkotaan lebih menyukai persaingan karena dalam persaingan akan muncul pembaharuan-pembaharuan. Sementara pada masyarakat tradisional lebih cenderung menghindari persaingan karena dalam persaingan akan mengganggu keharmonisan dan tradisi yang turun-temurun

Macam-macam nilai:
1.      nilai ekonomi, dimana seseorang mengukur suatu profesi berdasarkan keuntungan ekonomi yang akan di dapatkan. Bila kalian menjadikan nilai ekonomi sebagai pijakan maka kalian akan mempertimbangkan apakah kalian akan memperoleh keuntungan atau penghasilan berupa uang yang banyak dari profesi tersebut.
2.      Nilai religius, yaitu mengkaitkan suatu profesi dengan pahala dan ketenangan batin yang akan dan diperoleh dari menjalani profesi tertentu. Misalnya seseorang memilih menjadi guru yang memberi ilmu kepada muridnya dibandingkan menjadi politikus yang rawan bersinggunggan dengan KKN. Dengan menjadi guru secara religi dirasakan akan memberi ketenangan batin dan dipandang akan mendapatkan pahala banyak karena telah berbagi ilmu. Sedangkan bila menjadi politikus akan selalu menghadapi intrik-intrik politik membat bati tidak tenang.
3.      Nilai sosial, yaitu menilai sesuatu berdasarakan kemanfaatan yang akan dirasakan oleh masyarakat luas dari profesi tersebut. Bila menggunakan nilai sosial ini, seseorang akan lebih memilih menjadi politikus yang bersih dibanding menjadi seorang atlet profesional. Dengan menjadi poltikus ia berharap dapat membuat kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat, dibanding atlet profesional yang lebih menekankan pada kemampuan mencetak prestasi dibidang olahraga yang tidak banyak memberi kemanfaatan langsung pada masyarakat.Dengan nilai-nilai tersebut bisa menjadi pijakan dalam memilih profesi tertentu.
Pengertian etika
Selain memperhatikan nilai dalam memillih suatu profesi kita juga harus berpedoman pada etika, baik agama maupun masyarakat.Etika berisikan nilai dan norma-norma konkret yang menjadi pedoman dan pegangan hidup manusia dalam seluruh kehidupannya. Pedoman dan pengangan hidup tersebut dapat berupa perintah maupun larangan. Yang bersifat tegas dan konkret.  Karena itulah dalam konteks profesi (seperti halnya pekerjaan sosial) ada sebuah aturan dan norma yang mengikat yang disebut sebagai kode etik
Contoh etika dalam bekerja
1.      Dalam bekerja tidak meninggalkan ibadah
2.      Tidak datang terlambat
3.      Bertanggungjawab dengan pekerjaannya
4.      Bersaing dalam bekerja dengan sehat
5.      Tidak melakukan KKN
6.      Tidak sombong dengan pekerjaanya
7.      Tidak iri hati dengan pekerjaan orang lain
8.      Mencintai pekerjaannya sendiri
9.      Giat dalam melakukan pekerjaan
10.  Tidak putus asa dalam bekerja
11.  Menjalin hubungan baik dengan rekan kerja
12.  Jujur dalam bekerja
 Bagaimanapun ke depan persaingan dalam dunia kerja akan semakin keras dan berat. Bila dari sekarang kalian berusaha membekali diri dengan belajar keras, terus mengasah kemampuan dan melengkapi diri dengan perilaku terpuji akan mampu bertahan apapun tantangan yang kalian hadapi


Diskusi kelompok:
1.      Menurut kalian apa yang akan terjadi jika kalian memilih profesi dengan tidak mengindahkan nilai dan etika
2.      Bagaimana menurut kalian, orang yang menekuni suatu pekerjaan tetapi dengan cara-cara tidak jujur?
3.      Bagaimana jika di antara teman kalian yang berusaha meraih profesi impiannya tetapi dengan cara pintas
4.      Bagaimana kalian memandang banyaknya orang yang menjadi pengangguran saat ini? Apa saran kalian agar seseorang tidak menyandang predikat pengangguran?
Saat ini banyak orang yang menjadikan pengemis sebagai suatu pilihan profesi, bagaimana kalian memandang hal tersebut?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar